Surge Bangun Jaringan Fiber Optik Tahap Pertama di Pulau Jawa

Read Time:2 Minute, 20 Second

petdir.us, Jakarta Berdasarkan misi akses internet berkualitas tinggi dan terjangkau, PT Solusi Sinergi Digital (Surge) sedang membangun jaringan serat optik tahap pertama di pulau Jawa.

Hingga 45 km di wilayah Jabodetabek dan Bandung Raya, pembangunan telah selesai pada Mei 2021. Pembangunan tersebut merupakan tahap pertama dari total jaringan optik sepanjang 2.800 km di Pulau Jawa.

Serge melaksanakan pembangunan jalur kereta api milik PT Kereta Api Indonesia.

“Tujuan dari pengembangan ini adalah untuk memberikan layanan internet yang lebih berkualitas, terjangkau, dan berkapasitas tinggi kepada masyarakat dan UMKM di Pulau Jawa,” kata Sarge dalam keterangan yang diterima, Rabu (6/2/2021).

Mengutip statistik Kementerian Komunikasi dan Informatika, hanya 36,03 persen desa dan 63,02 persen kecamatan di seluruh Indonesia yang memiliki jaringan kabel serat optik.

“Pembangunan kabel fiber optik Tahap 1 ini merupakan komitmen awal Surge dalam mendukung kualitas hidup masyarakat melalui konektivitas, dimana pada tahun ini kami fokus pada pengembangan Pulau Jawa,” ujar CEO Surge Hermancia Hariono.

Ia menambahkan, selain melewati kawasan industri Sikarang, jalur fiber optik ini juga akan melewati kawasan perumahan dan pemukiman, sentra UMKM serta kota kecil dan desa di Jawa Tengah.

Langkah ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Pembangunan tahap pertama ini melewati beberapa kawasan jalur kereta api antara lain Stasiun Duren Kalibata, Stasiun Tanjung Barat, Stasiun Sigania di Purwakarta, dan Stasiun Sasakasat di Bandung Barat.

Untuk jalur Stasiun Mangagarai dan Stasiun Sikarang dijadwalkan selesai pada pertengahan Juni 2021.

Mulai tahun 2019, Surge dan KAI berencana membangun jaringan serat optik yang melintasi 24 stasiun dan 9 wilayah operasional KAI.

Kelima tahap pembangunan tersebut mencakup seksi pertama sepanjang total 255,5 km dari Manggarai – Bogor dan Manggarai – Sikarang dan DKI Jakarta. Kemudian etape kedua yang menempuh total 153,34 km Sikarang – Bandung.

Tahap ketiga berikutnya sepanjang 742 km meliputi Chikampek – Semarang – Surabaya dan Merek – Rangkas Bitung. Etape keempat selanjutnya menempuh total 698 km Bogor–Sukabumi–Bandung–Jogjakarta; dan Cirebon – Cilacap.

Terakhir etape kelima total 885 km Jogjakarta – Surabaya – Solo; Surabaya – Malang dan Surabaya – Banyuwangi.

Pengembangan ini bertujuan untuk meningkatkan jaringan infrastruktur data yang cepat dan stabil dengan kapasitas bandwidth hingga 15.000 Gbps.

Besaran kapasitas bandwidth ini diberikan berdasarkan studi kelayakan yang dilakukan Surge bersama PT KAI yang mengevaluasi kebutuhan Indonesia 10 tahun ke depan berdasarkan beberapa titik, yakni setiap kota dan stasiun yang melewati Pulau Jawa dan Sumatera.

“Surge juga memberikan tambahan bandwidth dan fasilitas data center di Sikarang sehingga pelanggan dapat meningkatkan kualitas layanan secara langsung kepada pengguna dan komunitas di kota sekitar. “Perangkat lonjakan dapat menyediakan bandwidth antara 10 hingga 100 GB, tergantung antisipasi permintaan pelanggan,” tambah Hermansjah.

Diakuinya, Surge terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah pusat dan daerah, penyedia layanan internet, pemilik data center, start-up, perusahaan telekomunikasi dan internet untuk memanfaatkan jaringan yang dibangun.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 2 Anak di Ponorogo Meninggal Akibat DBD, Dokter Ingatkan Soal 3M Plus
Next post Korban Kekerasan Seksual Butuh Waktu Lama untuk Melapor, Jangan Pertanyakan Kebenarannya