Studi: Empat Hari Kerja per Minggu Tingkatkan Kesehatan Mental Karyawan

Read Time:2 Minute, 12 Second

petdir.us, Jakarta – Empat hari kerja dalam seminggu berdampak pada kesehatan mental dan fisik karyawan. Temuan penelitian yang diterbitkan oleh American Psychological Association menunjukkan bahwa empat hari kerja dapat menjadi obat untuk stres dan kelelahan yang dialami karyawan selama pandemi COVID.

Para peneliti menemukan bahwa ketika 2.900 pekerja di Inggris beralih ke jadwal kerja empat hari, mereka mengalami penurunan tingkat kelelahan, stres, kecemasan, kelelahan, dan masalah tidur.

Selain itu, tunjangannya tidak terbatas pada karyawan saja. Beberapa perusahaan yang berpartisipasi dalam skema empat hari ini melaporkan peningkatan pendapatan dan penurunan pergantian staf.

Sebagai bentuk intervensi terhadap masalah kesehatan, ilmuwan perilaku dan CEO Dale Wheelehan mengatakan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bekerja dengan jam kerja yang lebih pendek dapat menjadi intervensi kesehatan yang efektif.

“Intervensi yang kami terapkan saat ini, seperti kelas yoga di waktu makan siang dan percakapan kesehatan mental secara teratur, tidak menghasilkan keputusan yang konsisten dengan gerakan menuju kesehatan mental dan kesejahteraan yang positif,” kata Dale, dilansir Health pada Selasa, 5 Februari 2024.

“Dengan pengurangan jam kerja, kami melihat penurunan stres yang signifikan,” tambahnya.

Dalam jangka pendek, empat hari kerja dalam seminggu juga berdampak positif pada kesehatan fisik, dengan setidaknya sepertiga peserta dalam kedua penelitian terbaru melaporkan peningkatan kesehatan fisik karyawan.

Masalah tidur berkurang pada setidaknya 40 persen pekerja yang berpartisipasi di Inggris, dan hampir 37 persen mengalami hal yang sama pada uji coba sebelumnya. Dalam survei terbaru juga tercatat jumlah cuti sakit dan penggunaan hari pribadi oleh pekerja menurun sebesar 65 persen.

Namun, banyak yang berpendapat bahwa masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa empat hari kerja dalam seminggu dapat menghasilkan perbaikan kesehatan jangka panjang. Namun, peningkatan stres kronis diketahui juga dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan serius, termasuk penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi.

Oleh karena itu, pengurangan jam kerja dinilai akan berdampak positif bagi kesehatan pekerja sepanjang hidupnya. Para peneliti juga menemukan bahwa empat hari kerja dalam seminggu tidak hanya meningkatkan kualitas hidup di luar lingkungan kerja, tetapi juga tampaknya memengaruhi kinerja di tempat kerja.

Hingga 71 persen peserta dalam penelitian selama empat hari di Inggris melaporkan tingkat kelelahan yang lebih rendah, sehingga menghasilkan peningkatan kinerja.

Dalam kebanyakan kasus, kata Michael A. Carlo, psikolog klinis dan asisten profesor psikologi medis di Columbia University Irving Medical Center, para pekerja diharapkan mempertahankan tingkat produktivitas yang sama seperti yang mereka lakukan selama minggu kerja yang lebih panjang.

Oleh karena itu, tidak ada keraguan bahwa mereka dituntut untuk lebih strategis dan efisien dalam bekerja.

“Tingkat transparansi yang lebih besar itulah yang mungkin berkontribusi pada beberapa manfaat kesehatan dan produktivitas yang didapat dari minggu kerja yang lebih pendek,” katanya. Dale menambahkan, waktu muat ekstra dapat berperan dalam kemampuan pekerja memenuhi ekspektasi produktivitas.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Potret Terbaru Rafathar Curi Perhatian, Bikin Heboh Netizen!
Next post Perkuat Kerjasama Internasional, Dosen FISIP UMJ Jadi Guest Lecturer di Malaysia