Sisa Planet Theia Ditemukan di Bumi, Bukti Tabrakan yang Membentuk Bulan

Read Time:2 Minute, 0 Second

petdir.us Techno – Para peneliti di California Institute of Technology (Caltech) mengusulkan bahwa dua struktur besar jauh di dalam mantel bumi, yang dikenal sebagai Large Low Velocity Regions (LLVP), adalah sisa-sisa planet purba bernama Theia Did. Benda ini diperkirakan bertabrakan dengan Bumi miliaran tahun lalu, sehingga menyebabkan terbentuknya Bulan. Setiap LLVP berukuran dua kali ukuran bulan dan ditemukan pada tahun 1980an ketika para ilmuwan mengukur gelombang seismik yang melewati Bumi. Gelombang-gelombang ini bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda bergantung pada material yang dilaluinya, dan kecepatannya diamati menurun secara signifikan saat melewati dua wilayah ini, satu di bawah Afrika dan satu lagi di bawah Samudera Pasifik. Hal ini mengarah pada kesimpulan bahwa wilayah ini menjadi lebih padat. Hal ini mungkin karena kandungan zat besinya yang tinggi dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Asal usul struktur misterius ini telah menjadi bahan perdebatan selama beberapa dekade. Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature menunjukkan bahwa struktur ini adalah sisa-sisa planet Theia, yang diperkirakan berdampak besar pada Bumi, dan dampak tersebut menghancurkan sebagian besar Theia Bumi yang masih muda. Diperkirakan LLVP terbentuk olehnya diserap dan sisanya meleleh. Puing-puing itu membentuk bulan. Qianyuan, seorang ahli geofisika dan peneliti utama studi tersebut, mengalami “momen kebetulan” di sebuah seminar tentang pembentukan planet pada tahun 2019. Dia menyadari bahwa objek kaya zat besi Theia bisa jadi adalah mantel bulu ini, dan kemudian membuat model berbagai skenario untuk komposisi kimia Theia dan dampaknya terhadap Bumi. Simulasi mengkonfirmasi bahwa dampak fisika mungkin telah menyebabkan pembentukan LLVP dan Bulan Menariknya, meskipun terjadi dampak yang dahsyat, materi Theia tidak diserap oleh bagian lain dari planet yang membentuknya. Alih-alih bercampur, mereka malah menyatu menjadi dua massa yang berbeda. Simulasi para peneliti menunjukkan bahwa sebagian besar energi yang dihasilkan oleh tabrakan Theia tetap berada di bagian atas mantel, sehingga membuat mantel bawah Bumi lebih muda dari model prediksi sebelumnya. Hal ini memungkinkan material kaya zat besi dari Theia tetap utuh saat diayak ke dasar mantel. Seperti yang dinyatakan oleh Profesor Paul Asimou dari California Institute of Technology, “Konsekuensi logis dari gagasan bahwa LLVP adalah sisa-sisa Theia adalah bahwa mereka sudah sangat tua.” Oleh karena itu, dengan memahami dampaknya Anda dapat mengungkap evolusi awal Bumi, termasuk pembentukan benua pertama dan asal usul mineral terestrial tertua yang ada. Gelombang panas Myanmar mencapai 48 derajat Celcius Gelombang panas di Myanmar timur menyebabkan wilayah tersebut menderita kekeringan dan kesulitan mendapatkan air. petdir.us.co.id 3 Mei 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Libur Panjang, Manfaatkan Kartu Kredit MNC Bank
Next post Ahli Gizi: Efek Buruk Junk Food Bersifat Jangka Panjang