Pemkab Buol Tawarkan 30 Juta Tiap Bulan untuk Dokter Spesialis

Read Time:1 Minute, 51 Second

petdir.us, Pemerintah Kabupaten Buol Jakarta, Provinsi Sulawesi Tengah, memberikan insentif sebesar Rp 30 juta per bulan kepada tenaga medis yang ingin bekerja dan berpenghasilan di wilayah tersebut.

“Selain itu, kami juga menambah fasilitas perumahan dan mobil,” kata Buol, Dr. Rudi i Buol, seperti dikutip dari Antara, Senin (10/4/2017).

Ia mengatakan, insentif ini merupakan insentif bagi para ahli karena jumlah ahli di bidangnya masih relatif sedikit. “Ini di luar biaya layanan medis,” kata gubernur.

Jika para profesional ini melakukan prosedur medis seperti operasi dan pemeriksaan, mereka tetap mendapat penggantian untuk layanan medis mereka, menurut gubernur.

Upaya lain yang dilakukan daerah untuk merekrut dokter spesialis adalah dengan bekerja sama dengan pusat pendidikan seperti Universitas Hasanudin di Makassar, Universitas Samratulangi di Manado, dan Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta untuk merekrut dokter yang sudah lulus. “Jadi didatangkan, daerah yang bayar,” ujarnya.

Terkait ketersediaan dokter spesialis di Kabupaten Buol saat ini terdapat sembilan dokter spesialis dasar dengan empat dokter spesialis, yakni dokter spesialis penyakit dalam, spesialis anak, spesialis kebidanan dan kandungan, serta dokter bedah. Kemudian dukungan tambahan yaitu dokter anestesi, radiologi, dan laboratorium.

“Memang dokter spesialis sulit ditemukan di daerah terpencil,” ujarnya. Menurut gubernur, di daerah masih dibutuhkan setidaknya lima dokter spesialis, yakni dokter spesialis mata, kulit, saraf, tenggorokan, hidung, dan jantung.

Bupati juga menyampaikan apresiasinya atas terbitnya Keputusan Presiden No. 4 Tahun 2017 tentang Tugas Wajib Dokter Spesialis (WKDS), oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya masih ingat dulu ada wajib Sarjana II (WKDS II) setelah menyelesaikan tiga tahun sebagai dokter spesialis, namun setelah reformasi sepertinya hilang,” ujarnya.

Jika program WKS dikembalikan, maka akan sangat membantu daerah yang mengalami kekurangan dokter dan dokter spesialis. Karena tidak ada kewajiban untuk pekerjaan spesialis, kata Gubernur, sehingga daerah pinggiran bisa berinisiatif untuk mendapatkan dokter spesialis di wilayahnya.

“Kami sangat berharap program ini dapat dikembalikan lagi,” kata Dr. Rudi.

Sesuai Perpres Nomor 4 Tahun 2017 tentang WKDS, setiap dokter spesialis lulusan studi spesialis dari perguruan tinggi negeri dalam negeri dan perguruan tinggi di luar negeri wajib mengikuti wajib belajar mata kuliah spesialis.

Mereka ditempatkan di rumah sakit di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan. Rumah Sakit rujukan regional atau rumah sakit rujukan regional yang berlokasi di seluruh Indonesia. Rumah sakit tersebut adalah milik pemerintah negara bagian atau daerah.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Kurikulum Merdeka Dinilai tak akan Efektif Jika Tata Kelola Guru Belum Dibereskan
Next post 150 Kata-Kata Islami Pendek tapi Sarat Makna, Gunakan untuk Dakwah atau Pengingat bagi Diri Sendiri