Pakar Gizi Paparkan Pentingnya Zat Besi untuk Pertumbuhan Fisik dan Kognitif Anak

Read Time:1 Minute, 55 Second

JAKARTA – Zat besi merupakan mineral yang berperan penting dalam pembentukan hemoglobin dan mioglobin pada sel darah merah. Hemoglobin sendiri merupakan protein yang terdapat pada sel darah merah yang fungsinya mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. 

Sel membutuhkan oksigen tersebut untuk mengubah glukosa menjadi energi yang diperlukan anak untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti bergerak, mencerna makanan, membangun kekebalan tubuh, memulihkan penyakit, hingga mengeluarkan racun dari dalam tubuh. 

Tanpa oksigen dalam darah, tubuh bayi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Di dalam tubuh, zat besi berperan dalam membentuk hormon yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Hal ini juga dijelaskan lebih detail oleh ahli gizi klinis dr. Gwalita Sorabsari, M.Gizi, Sp.GK. 

“Zat besi sangat penting untuk menunjang pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Proses perkembangan otak dimulai pada masa perinatal sebelum anak dilahirkan,” ujarnya pada acara Sarihosada yang mengangkat tema Pentingnya Validasi Gizi untuk Mendukung Pertumbuhan Maksimal. dan Perkembangan Anak di Menteng, Jakarta Pusat. 

Oleh karena itu, seorang ibu yang sedang mengandung anaknya harus mencegah anemia karena mempengaruhi perkembangan otak sejak dini kehidupan anak. Pasalnya, perkembangan otak akan membentuk jaringan yang berkesinambungan dan akan sangat lemah bila kekurangan zat besi. 

Dijelaskannya, “Besi tersebut akan membentuk senyawa heme pada hemoglobin. Hemoglobin berperan sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh, sehingga pada akhirnya sel-sel dalam tubuh akan menggunakan oksigen tersebut untuk metabolisme.” 

Hal ini berdampak pada anak yang lebih mudah mengikuti aktivitas di luar ruangan. Anak yang tidak menderita anemia juga akan siap belajar karena oksigen mengalir dengan baik melalui darah. 

Zat besi juga berperan sebagai kofaktor bagi banyak enzim yang terlibat dalam pembentukan mielin (selubung) saraf dan pembentukan neurotransmitter sehingga penyampaian informasi ke otak menjadi lancar dan mempengaruhi proses perilaku, pembelajaran, dan memori, tutupnya. 

Sementara itu, Dr. dokter. Anggota MKK Ray Wagyu Basroy mengatakan, selaku Direktur Medis dan Keilmuan Sarihosada, pihaknya tetap berkomitmen untuk berkontribusi terhadap tumbuh kembang anak-anak di Indonesia agar dapat memenuhi kebutuhan generasi maju. 

“Kami menyadari bahwa kesehatan anak Indonesia masih memerlukan perhatian serius dari segala aspek, termasuk kekurangan zat besi yang merupakan salah satu faktor penyebab stunting. Jika tidak ditangani dengan baik, permasalahan kesehatan gizi tersebut dapat mengganggu kesehatan fisik dan aspek kognitif.” anak, beliau menjelaskan pentingnya kesehatan pada masa emas bagi anak akan menentukan kondisi masa depan, perkembangan kepribadian anak dan pembentukan pola perilaku, kecenderungan dan ekspresi emosi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post 403
Next post Makin Seru, Gamer PS5 Bisa Undang Teman Main Game Multiplayer via Aplikasi PlayStation