Moody’s Pertahankan Rating Kredit Indonesia: Negara Layak Investasi

Read Time:2 Minute, 41 Second

Liputan.com, Jakarta – Lembaga pemeringkat Moody’s kembali mempertahankan peringkat kredit negara (SCR) Indonesia pada Baa2, satu tingkat di atas peringkat investasi, dengan prospek stabil hingga 16 April 2024.

Sebelumnya, Moody’s mempertahankan SCR Indonesia pada Baa2 dengan prospek stabil pada tinjauan tahunan 10 Februari 2022.

Moody’s menilai konfirmasi tersebut sejalan dengan hasil penilaian mereka terhadap berlanjutnya stabilitas perekonomian Indonesia. Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil serta inovasi berbagai instrumen kebijakan yang kuat di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global.

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, hasil konfirmasi Moody’s terhadap peringkat Indonesia dengan prospek stabil di tengah ketidakpastian perekonomian global dan ketegangan geopolitik yang terjadi saat ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah dan stabilitas keuangan Indonesia tetap kuat.

“Pemerintah akan melakukan sinergi dan bauran kebijakan dengan tetap mewaspadai berbagai ancaman eksternal, khususnya konflik Timur Tengah,” kata Airlangga Harterto dalam pernyataannya. . Dikutip dalam keterangan resmi, Kamis (18/04/2024).

Dalam laporannya, Moody’s memproyeksikan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berada pada level sebelum pandemi sebesar 5,0% pada tahun 2024-2025.

Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan negara lain yang berstatus Baa yang meningkat sekitar 3,0%.

Perkiraan pertumbuhan ekonomi mengacu pada keberhasilan berbagai reformasi struktural yang dilakukan pemerintah, yang bertujuan untuk memperbaiki iklim investasi untuk mendorong masuknya modal asing, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan pemerintah.

Dari sisi sektor eksternal, Modi melihat stabilitas sektor eksternal Indonesia tetap terjaga, tercermin dari surplus neraca perdagangan yang semakin meningkat.

Skor tersebut memperkirakan penerapan kebijakan hilir juga diyakini menjadi faktor penting yang mempengaruhi peningkatan pangsa nilai tambah ekspor, sehingga meningkatkan diversifikasi ekspor barang dan mengurangi sensitivitas harga.

Selain itu, Moody’s juga mengapresiasi komitmen pemerintah dalam menjaga defisit APBN di bawah ambang batas 1% PDB sehingga dapat menjaga rasio utang pemerintah terhadap PDB lebih rendah dibandingkan negara lain yang berstatus serupa.

Dalam jangka menengah, keberhasilan implementasi kebijakan reformasi pemerintah merupakan kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang tinggi sesuai visi Indonesia Emas 2045.

Peringkat positif dari Fitch dan JCE

Penilaian positif Moody’s terhadap kinerja perekonomian Indonesia juga sejalan dengan hasil penilaian lembaga pemeringkat lainnya, seperti Fitch dan JCR.

Fitch Ratings kembali mempertahankan AAD Indonesia di BBB (satu tingkat di atas investment grade) hingga 15 Maret 2024.

Sementara itu, JCR juga mempertahankan SCR Indonesia pada BBB+ (Investment Grade) dengan prospek stabil pada 22 Maret 2024.

Keputusan tersebut mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah Indonesia yang baik, inflasi yang terkendali dalam batas target, dan rasio utang pemerintah terhadap PDB yang rendah dan terkendali.

Airlangga mengatakan, pemerintah akan terus menjaga dan meningkatkan kepercayaan investor.

Hal ini dilakukan dengan memastikan program kebijakan yang ada saat ini tetap berjalan selama proses transisi kepemimpinan pasca pengumuman hasil pemilu 2024.

Banyak kebijakan prioritas yang akan didorong adalah revitalisasi mekanisme tradisional, seperti peningkatan produktivitas dan daya saing melalui penerapan program kartu prakerja, pelatihan vokasi, dan undang-undang penciptaan lapangan kerja; Pembangunan infrastruktur seperti pembangunan PSN, MRT dan kereta kecepatan tinggi yang berkesinambungan, KEK, IKN dan reforma agraria; kerja sama internasional termasuk dalam proses aksesi OECD; dan memperkuat ketahanan pangan

Kemudian, membangun mesin ekonomi baru melalui digitalisasi, konversi energi berkelanjutan, dan industrialisasi hilir yang dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi. Dan juga memperkuat stabilitas dan pemberdayaan sosial melalui berbagai perlindungan sosial, menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan, keuangan mikro dan padat karya tunai.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Dampak Sering Nahan Pipis, Anyang-anyangan Hingga Infeksi Saluran Kemih
Next post Komitmen Ciptakan Pendidikan yang Inklusif di Indonesia