Minum Teh Bisa Bantu Meredakan Sakit Kepala, Ini Alasannya

Read Time:3 Minute, 29 Second

petdir.us, Jakarta – Banyak orang yang mengandalkan teh untuk menghilangkan rasa pegal, nyeri, atau stres. Salah satunya untuk meredakan sakit kepala? Tapi apakah teh benar-benar bisa membantu meringankan gejala, atau malah memperburuknya?

Teh, minuman terpopuler kedua setelah air putih, memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk meredakan pilek dan kecemasan. Untuk sakit kepala, teh sepertinya bisa menjadi solusi mudah untuk meredakan sakit kepala dan stres.

Namun hubungan antara teh dan sakit kepala lebih rumit. Tergantung pada jenis teh dan orang yang mengonsumsinya, teh bisa menjadi obat sekaligus penyebab sakit kepala.

Teh bermanfaat untuk mengatasi sakit kepala bagi sebagian orang

Laporan kesehatan, minum teh bisa menjadi salah satu cara meredakan sakit kepala. Salah satu alasannya adalah teh membantu meningkatkan asupan air dan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Dehidrasi ringan dapat menyebabkan sakit kepala, jadi minum teh dapat membantu mencegahnya.

Bagi sebagian orang, kafein dalam teh juga bisa meredakan sakit kepala. Kafein dapat membantu menyembuhkan pembekuan darah yang menjadi salah satu penyebab sakit kepala.

Selain itu, teh memiliki khasiat menenangkan yang membantu mengurangi stres. Stres bisa menyebabkan sakit kepala, jadi minum teh bisa meredakannya. Sebuah penelitian kecil menemukan bahwa orang yang minum empat cangkir teh setiap hari selama 6 minggu memiliki kemampuan menghilangkan stres yang lebih baik.

Meskipun teh meredakan sakit kepala, penting untuk diingat bahwa reaksi setiap orang berbeda terhadap kopi dan teh. Jadi, jika Anda memang merasa teh menyebabkan sakit kepala, sebaiknya hindari minum teh.

Meskipun teh sering dianggap sebagai minuman sehat, beberapa orang mungkin menganggap teh dapat menyebabkan sakit kepala. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain jumlah kafein dan tanin dalam teh.

“Beberapa teh—matcha, black, oolong, earl grey, dan lainnya—mengandung kafein, dan bukti menunjukkan bahwa terlalu banyak kafein dapat menyebabkan sakit kepala,” kata Mascha Davis, MPH, RDN, ahli gizi di Los Angeles.

Minum terlalu banyak kafein, baik dari teh atau sumber lain, bisa membuat ketagihan. Jika seseorang biasanya tidak mengonsumsi kafein, mereka mungkin mengalami gejala penarikan diri seperti sakit kepala.

Selain itu, kafein juga dapat mengganggu tidur sehingga menyebabkan sakit kepala. Efek samping bisa terjadi, terutama bila dikombinasikan dengan obat-obatan tertentu.

Ashwagandha, bahan yang ditemukan dalam beberapa campuran teh herbal, dapat menyebabkan efek samping obat dan menyebabkan sakit kepala.

Licorice, bahan lain dalam teh herbal, telah dikaitkan dengan peningkatan kadar aldosteron dalam darah, yang dapat menyebabkan sakit kepala.

Tanin, senyawa kimia alami dalam teh, dapat menyebabkan sakit kepala bagi sebagian orang. Senyawa tersebut dapat mempengaruhi pelepasan serotonin sehingga dapat menyebabkan sakit kepala. Bukti terbatas menunjukkan bahwa tanin dapat mempengaruhi penyerapan zat besi, yang dapat menyebabkan sakit kepala akibat kekurangan zat besi.

Terakhir, histamin, senyawa yang ditemukan dalam teh hitam yang difermentasi, dapat menyebabkan sakit kepala pada orang yang tidak toleran terhadapnya.

“Beberapa teh (terutama teh hitam yang difermentasi) dapat mengandung histamin, yang tidak dapat ditoleransi oleh sebagian orang dan menyebabkan gejala seperti sakit kepala, buang air kecil, atau hidung tersumbat,” kata Davis.

Oleh karena itu, penting untuk mempertimbangkan potensi efek teh, terutama bagi orang yang mengonsumsi obat atau memiliki kondisi medis tertentu.

Karena dua alasan yang saling bertentangan, bukti ilmiah mengenai hubungan antara teh dan sakit kepala masih tidak konsisten. Sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu di Scientific Reports bahkan tidak menemukan hubungan antara konsumsi teh dan risiko migrain pada populasi Eropa.

Namun, bagi orang yang sensitif terhadap kafein, histamin, tanin, atau komponen teh lainnya, teh bisa memperparah sakit kepala.

Beberapa jenis teh mungkin lebih membantu meredakan sakit kepala dibandingkan jenis lainnya. Misalnya: Teh peppermint: Mengandung mentol yang melemaskan otot dan meredakan sakit kepala. Teh jahe: Memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat mengurangi rasa mual, sehingga berguna untuk mengatasi sakit kepala yang berhubungan dengan masalah perut. Teh lavender: Dipercaya memiliki khasiat menenangkan yang mengurangi stres dan membatasi sakit kepala.

Jenis teh lain yang mungkin membantu termasuk teh kunyit dan kamomil, namun diperlukan lebih banyak penelitian.

Karena faktor-faktor seperti jenis teh dan sensitivitas individu dapat berperan, penting untuk bereksperimen dan menemukan mana yang terbaik untuk Anda. Konsultasikan dengan ahli gizi untuk mendapatkan saran nutrisi pribadi.

“Penting untuk dicatat bahwa respons individu terhadap teh bisa berbeda-beda, dan apa yang berhasil untuk satu orang mungkin tidak berhasil untuk orang lain,” kata Davis. “Saya selalu merekomendasikan menemui ahli gizi untuk mendapatkan nasihat nutrisi pribadi.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Daftar Proyek Kim Seon Ho Bareng Moon Ga Young, Terbaru MV Daesung BIG BANG
Next post Resep Sederhana Kue Kastengel yang Harus Dipersiapkan Menjelang Lebaran