Menkominfo Pastikan Starlink tak Bakal Rusak Ekosistem PJI Lokal

Read Time:1 Minute, 41 Second

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengatakan penyedia layanan internet satelit Starlink tidak akan merugikan ekosistem penyedia layanan internet (PJI) lokal yang sudah beroperasi di Indonesia. .

Budi mengatakan, ke depan cakupan layanan Starlink akan menjangkau lebih banyak wilayah yang sebelumnya memiliki kendala geografis dan belum terjamah oleh PJI setempat, karena teknologinya berbasis satelit yakni satelit Low Earth Orbit (LEO). “Jangan khawatir, harganya tidak bersaing dengan Indonesia, tidak ada persaingan. Dia (Starlink) lebih cocok di 3T (maju, perbatasan, terluar) dibandingkan di perkotaan. Di dalam kota, harganya tidak kompetitif. daerah, dia (Starlink) kalah,” kata Budi, Selasa (30 April 2024) di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat.

Oleh karena itu, Budi meminta PJI tidak perlu khawatir dan tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat seperti biasa, meski Starlink kini sudah bisa beroperasi di Indonesia. Saat ini status izin Starlink sudah lolos uji kemampuan operasional (ULO) yang artinya perusahaan milik pengusaha Elon Musk itu sudah memiliki izin sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi di Indonesia.

Budi mengatakan, ke depannya Starlink berencana menguji jaringannya di Ibu Kota Negara (IKN) pada pertengahan Mei 2024. Namun, Budi memastikan Starlink akan beroperasi penuh di Indonesia pada 2024.

“Pasti tahun ini beroperasi penuh. Di satu sisi kita ingin meningkatkan kecepatan internet, tapi kita juga peduli pada pemerataan. Karena banyak daerah periferal yang sulit,” kata Budi.

Sebelumnya pada Senin (29/4/2024), Direktur Telekomunikasi Direktorat Jenderal Pos dan Informatika (Kemenkominfo) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Aju Widya Sari membenarkan bahwa perusahaan penyedia jasa telekomunikasi Amerika, Starlink, telah lulus studi kelayakan. di Indonesia.

“Starlink sudah punya izin penyelenggaraan telekomunikasi. Sudah semua. Dua minggu lalu sudah selesai. Saatnya saya cek, tapi yang jelas sudah selesai,” kata Aju saat ditemui Uji Laik Operasional (ULO) Starlink di Jakarta, Selasa. Senin.

Aju mengatakan Starlink harus menjalani uji kinerja untuk mendapatkan izin menyelenggarakan layanan telekomunikasi di Indonesia. Menurutnya, selain lolos ULO, Starlink juga akan melakukan uji coba layanan di wilayah Karawang, Jawa Barat untuk mendapatkan izin penyelenggaraan layanan telekomunikasi.

Dijelaskannya, setelah ULO selesai, Starlink bisa mulai menjual layanannya secara retail di Indonesia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post IHSG Melorot Lagi, Ikuti Bursa Kawasan Asia dan Global
Next post Gerak Cepat Atasi Masalah Pertanian, Pj Gubernur Jateng Apresiasi Kinerja Mentan