Mengenal MGIE, Alat AI Baru Apple yang Bisa Edit Foto Lewat Perintah Teks

Read Time:3 Minute, 3 Second

petdir.us, Jakarta – Apple baru saja merilis model AI open source untuk pengeditan gambar bernama MLLM Guided Image Editing (MGIE).

FYI, MGIE menggunakan Large Language Multimodal Model (MLLM) untuk menafsirkan perintah teks saat memanipulasi gambar.

Dengan kata lain, alat tersebut dapat mengedit foto berdasarkan perintah teks yang diketik pengguna.

Meskipun ini bukan alat pertama yang melakukan hal ini, instruksi manusia terkadang terlalu singkat untuk dipahami dan diikuti oleh metode saat ini.

Apple mengembangkan MGIE bersama peneliti dari University of California, Santa Barbara, lapor Engadget, Sabtu (2 Oktober 2024).

MLLM memiliki kemampuan untuk mengubah perintah teks sederhana atau tidak jelas menjadi instruksi yang lebih detail dan jelas yang dapat diikuti oleh editor foto.

Misalnya, jika pengguna ingin mengedit foto pizza pepperoni untuk “membuatnya lebih sehat”, MLLM dapat menafsirkannya sebagai “tambahkan topping sayuran” dan edit foto tersebut.

Selain membuat perubahan signifikan pada gambar, MGIE dapat memotong, mengubah ukuran, dan memutar foto, serta meningkatkan kecerahan, kontras, dan keseimbangan warna melalui perintah teks.

MGIE juga dapat mengedit area tertentu pada foto, seperti memodifikasi rambut, mata, dan pakaian orang di dalam foto atau menghilangkan elemen dari latar belakang.

Di Lampiran. Apple dikabarkan mulai menerapkan teknologi kecerdasan buatan generatif pada jajaran iPhone terbarunya. Hal tersebut diungkapkan CEO Apple Tim Cook saat bertemu investor usai laporan keuangan tahunan perusahaan.

Mengutip informasi dari GSM Arena saat konferensi pada Sabtu (3/2/2024), Cook mengatakan akan membahas kecerdasan buatan generatif pada akhir tahun. Ada dugaan kuat penerapan kecerdasan buatan generatif ini akan mulai terwujud di iPhone 16.

Jadi Apple kemungkinan akan berbicara lebih banyak tentang teknologi tersebut pada acara WWDC pada pertengahan tahun 2024, yang biasanya diadakan pada bulan September sebelum perusahaan secara resmi mengumumkan seri iPhone 16.

“Dalam hal kecerdasan buatan generatif, saya pikir Anda adalah orang-orangnya, kami bekerja secara internal, seperti yang saya sebutkan sebelumnya,” kata Tim Cook dalam sebuah pernyataan.

Di sisi lain, bocoran iOS 18 juga memperkuat kehadiran kecerdasan buatan generatif di iPhone 16.

Nah, bocoran dari reporter Bloomberg Mark Gurman mengklaim bahwa iOS 18 akan membawa beberapa perubahan besar pada sistem operasinya. Salah satunya adalah meningkatkan fungsionalitas Siri.

Apple dilaporkan akan menggunakan LLM (Large Language Model) miliknya sendiri untuk menghadirkan kemampuan kecerdasan buatan generatif ke iOS. Dukungan AI generatif ini dikatakan dapat meningkatkan fungsionalitas Siri dan beberapa aplikasi lainnya, seperti Messages, Apple Music, Pages, Keynote, dan Shortcuts.

Apple, di sisi lain, akhirnya akan mengizinkan toko aplikasi pihak ketiga di iOS untuk pertama kalinya di UE. Hal ini sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Pasar Digital yang berlaku pada blok tersebut.

Dengan adanya perubahan pada iOS 17.4 pada bulan Maret, App Store tidak lagi menjadi satu-satunya pengecer atau toko aplikasi yang diizinkan oleh Apple.

Mengutip kabar The Verge, Senin (29 Januari 2024), pengguna iOS 17.4 di UE akan bisa mengunduh “Pasar Aplikasi Alternatif” dari situs pasar.

Namun, untuk dapat digunakan di iPhone, App Store masih harus disetujui oleh Apple, dan setelah diunduh, pengguna harus memberikan izin untuk mengunduh aplikasi tersebut ke perangkat.

Setelah toko aplikasi disetujui dan diinstal pada perangkat, pengguna dapat mengunduh aplikasi apa pun yang mereka inginkan, bahkan aplikasi yang melanggar pedoman toko aplikasi.

Pengguna juga dapat mengatur toko selain App Store sebagai toko aplikasi default di perangkat mereka.

Di sisi lain, pengembang juga akan dapat memilih apakah akan menggunakan layanan pembayaran dan pembelian dalam aplikasi Apple atau mengintegrasikan sistem pembayaran pihak ketiga, tanpa membayar biaya tambahan kepada Apple.

Jika pengembang ingin tetap menggunakan sistem pembayaran dalam aplikasi Apple yang sudah ada, mereka harus membayar biaya tambahan sebesar 3%.

Apple telah mengumumkan bahwa mereka masih berencana untuk memantau secara ketat proses distribusi aplikasi. Semua aplikasi harus “diautentikasi” oleh Apple, dan distribusi melalui pasar pihak ketiga masih dikelola oleh sistem Apple.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Viral Ular Raksasa Marayap di Depan Rumah Warga Saat Banjir, Netizen Bergidik
Next post Viral Video Wali Kota Bima Arya Tegur Kepala Sekolah SDN