Ingat Lagi, Pajak Progresif dan Bea Balik Nama Kendaraan Kedua Bakal Dihapus

Read Time:1 Minute, 39 Second

JAKARTA, 19 April 2024 – Pemerintah berencana menghapuskan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) progresif dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II di seluruh Indonesia mulai 1 Januari 2025. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, merangsang industri otomotif dan menurunkan harga kendaraan bekas.

Penghapusan pajak progresif dan BBNKB II didasarkan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Fiskal antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Pajak progresif dikenakan terhadap kendaraan bermotor yang dimiliki oleh beberapa orang dengan nama dan alamat yang sama. Tarif pajak ini meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan yang dimiliki. BBNKB II merupakan pajak yang dikenakan atas pembelian kendaraan bekas.

Dengan dihapuskannya pajak progresif dan BBNKB II, pemerintah berharap beberapa tujuan bisa tercapai seperti penerimaan pajak kendaraan bermotor alias PKB, karena pemilik tidak lagi terbebani pajak progresif.

Transaksi kendaraan bekas juga bisa meningkat karena pembeli tidak perlu lagi membayar BBNKB kedua. Dengan begitu, data STNK dan identifikasi kendaraan bermotor menjadi lebih lengkap dan akurat.

Penghapusan kedua sumber penerimaan pajak pemerintah daerah tersebut merupakan salah satu implementasi Undang-Undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yakni Pasal 74 tentang penghapusan data kendaraan yang memiliki pajak kembali 2 tahun.

Sebagai informasi, tarif pajak progresif dan BBNKB II umumnya membuat masyarakat malas menunaikan kewajibannya.

Bahkan, ada pula masyarakat yang sengaja mendaftarkan kendaraannya menggunakan nama orang atau perusahaan lain untuk menghindari pajak progresif. Hal ini berpotensi membuat data kendaraan bermotor yang dimiliki polisi menjadi tidak valid.

Berdasarkan data yang dirilis Polri yang dikutip petdir.us Otomotif di laman Oxy, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia saat ini mencapai sekitar 150 juta unit.

Namun data yang tercatat di Kementerian Dalam Negeri menunjukkan angka 122 juta kendaraan, sedangkan data PT Jasa Raharja (Persero) mencatat 113 juta kendaraan. Terpopuler: Laga laris Fortuner vs Pajero Sport, Shin Tae-yang dengan mudah membeli berita Palisade yang membahas Fortuner vs Pajero Sport, dan Shin Tae-yang dengan mudah membeli Palisade, sehingga banyak orang yang membacanya, semakin populer. 27 April 2024 di saluran petdir.us Otomotif petdir.us.co.id

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post BYD Siap Kembangkan Bus Listrik di Indonesia
Next post WhatsApp Berbahaya Menggerogoti Telegram