Ibu Tamara Tyasmara Minta Aparat Menghukum Yudha Arfandi Seberat-beratnya

Read Time:1 Minute, 50 Second

JAKARTA – Ristia Aryuni, ibunda Tamara Tyasmara, meminta polisi menghukum seberat-beratnya Yudha Arfandi alias YA atas kekejaman YA membunuh cucunya, Dante (6 tahun).

“Minta (dihukum) setimpal mungkin. Pokoknya tersangka minta hukuman yang sangat berat, itu saja,” ujarnya pada Rabu, 21 Februari 2024.

Ristia mengaku sudah melaporkan kematian cucunya ke polisi. Ristia berharap polisi memberikan hukuman yang pantas kepada mantan pacar putranya itu.

“Saya kasih ke polisi, ke Polda Metro Jaya, memang saya berikan,” ujarnya. Mari kita terus menganalisis keseluruhan cerita di bawah ini.

Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, hari ini Tamara Tyasmara diwawancarai selama 4 jam terkait meninggalnya putranya Dante. Tamara Tyasmara diperiksa ibunya, Ristia Aryuni.

“(Ada) 11 pertanyaan yang dijawab ibu. Nah, dari Tamara sendiri hari ini hanya mengikuti saja, tapi ada tambahan kewenangan dan bukti-bukti yang sudah dihadirkan. Hari ini,” kata Sandy Arifin selaku kuasa hukum Tamara, Rabu, 21 Februari 2024.

Namun, mereka tidak membeberkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan penyidik ​​saat pemeriksaan. Ia hanya mengatakan kliennya punya beberapa foto.

Sebagai informasi, polisi menetapkan Yudha Arfandi (YA) sebagai tersangka kematian Dante (6), putra Tamara Tyasmara.

YA kembali ditangkap di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, polisi mengungkap ada beberapa alasan menangkap YA dalam kasus tersebut.

“Saudara YA ditangkap berdasarkan bukti yang cukup setelah sebelumnya mengajukan perkara untuk menetapkan tersangka,” kata Direktur Humas Polda Metro Jaya Kombe Pol Ade Ary Syam Indradi, Jumat, 9 Februari 2024.

Ade Ary menjelaskan, ada Pasal 76c KUHP tentang undang-undang perlindungan anak.

“Apabila disangkakan telah dilakukan suatu tindak pidana, maka setiap orang dilarang melakukan, mengijinkan, melakukan, memerintahkan atau ikut serta dalam penganiayaan terhadap anak dan/atau pembunuhan dengan sengaja dan/atau tindak pidana pembunuhan dan/atau tindak pidana pembunuhan yang disengaja. orang yang kesalahan/kelalaiannya mengakibatkan orang lain “meninggal dunia berdasarkan Pasal 76C jo Pasal 80 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 340 KUHP dan/ atau Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 359 KUHP, kata Ade Ary. Ban Mobil Curian Parkir di Tengah Mall Jakarta, Polisi Kejar Pelakunya Video viral yang beredar memperlihatkan sebuah mobil terparkir di tempat parkir tengah Mall Jakarta, dan tiba-tiba ban mobil tersebut hilang dan dicuri oleh seseorang petdir.us.co. id 8 Mei 2024

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Disinggung Kemal Palevi Bakal Bikin Konten Perceraian, Ria Ricis Beri Jawaban Menohok
Next post Shakur Stevenson Comeback 6 Juli: Aku Petinju Terbaik di Dunia