Dokter: Komunikasi Penting Guna Atasi Osteosarkoma pada Remaja

Read Time:2 Minute, 7 Second

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi RS Hasan Sadikin Bandung, dr Harry Herman mengatakan, orang tua perlu membicarakan rasa sakit yang dialami anak kecilnya, agar kemungkinan terkena osteosarkoma bisa ditangani sedini mungkin. mungkin, osteosarcoma berbahaya bagi kaum muda.

“Saya tanya, apakah awalnya ada rasa sakit? Apalagi saat tidur. Kalau ada, langsung terasa. Jadi segera hubungi anak Anda. Awasi dia,” katanya. “Tumor osteosarkoma ganas, multipel yang terjadi di usia muda? ” Yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan di Jakarta, Kamis (29/2/2024).

Menurut Harry, pemuda merupakan aset dan investasi yang luar biasa bagi orang tua dan negara, sehingga keluarga perlu memantau tumbuh kembangnya agar anak tumbuh sehat dan produktif.

Harry menjelaskan, osteosarkoma terjadi pada masa pubertas, dan pada anak laki-laki bisa saja mencapai masa pubertas. Penyakit ini disebabkan oleh tumbuhnya tulang pada lutut pada masa pertumbuhan prematur sehingga mengakibatkan kecelakaan.

Ia mencontohkan, pertumbuhan anak laki-laki seharusnya hanya 25 cm dalam tiga sampai empat tahun, pertumbuhan anak laki-laki 50 cm dalam periode yang sama, dan dia tidak bisa berhenti. Hingga akhirnya muncullah tumor berupa taji tulang.

Dokter menjelaskan, faktor risiko osteosarkoma ada banyak, yang pertama bersifat genetik, dan yang kedua bersifat sporadis, yang disebutnya takdir atau probabilitas. Ia mengatakan, yang paling sering terjadi adalah osteosarcoma karena kemungkinan tersebut yang belum jelas penyebabnya.

Menurutnya, langkah paling penting untuk mengatasi hal tersebut adalah deteksi dini. Jika seorang anak muda mengeluh nyeri pada salah satu sisi tempurung lututnya pada malam hari, kata dia, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter, karena ini merupakan tanda osteosarkoma.

Rasa nyeri tersebut, kata dia, terjadi karena tumor tumbuh di rongga tulang, dan menjelang tidur, hormon endorfin yang biasanya bekerja meredakan nyeri tidak aktif.

Harry mengatakan nyeri pada salah satu lutut pada malam hari merupakan gejala spesifik osteosarkoma, berbeda dengan nyeri pada kedua lutut karena kini semakin bertambah. Ia menjelaskan bahwa nyeri tumbuh disebabkan oleh peradangan saat tubuh menyesuaikan diri dengan prosesnya.

“Paling mudah memang nyeri karena pertumbuhannya terjadi di kedua sisi. Kenapa? Karena tulang diregangkan di kedua sisi, ototnya tertarik,” ujarnya.

Ia menyatakan sarkoma lebih berbahaya dibandingkan kanker, meski keduanya sama-sama mematikan. Pasalnya sarkoma menyebar langsung melalui darah menuju paru-paru, sedangkan kanker pertama kali menyebar melalui kelenjar getah bening.

Jika osteosarcoma tidak diobati, katanya, tubuh akan memicu glukoneogenesis, dimana tubuh memecah otot dan lemaknya sendiri untuk memberi makan tumor. Untuk mencegah hal ini, tumor perlu diangkat sesegera mungkin.

Jika stadium penyakitnya masih dini, kata dia, salah satu teknik yang bisa dilakukan adalah megaprosthesis, atau implan pengganti lutut, dibandingkan dengan amputasi yang dilakukan jika sudah menyebar ke paru-paru.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Gilas Ganda Taiwan, Adnan/Nita Segel Tiket 16 Besar Korea Masters 2023
Next post Prestasi Timnas Indonesia dan Minat Fitness Bantu Dongkrak Penjualan Produk-Produk Olahraga