Diduga Miliki Muatan Sensitif, Kemendikbudristek Kaji Kembali Buku Sastra untuk SMA

Read Time:1 Minute, 22 Second

JAKARTA – Direktur Badan Pendidikan, Kurikulum dan Pengkajian (BSKAP) Anindito Aditomo mengatakan, pihaknya akan menilai sastra pada tingkat menengah. Terutama karya sastra yang seharusnya memuat fakta-fakta sederhana.

Hal ini sebagai respons atas pencabutan “Buku Penggunaan Buku Ajar yang Direkomendasikan” dari peredaran, dengan anggapan buku tersebut dianggap pelecehan seksual dan seksual serta perilaku pergaulan yang tidak sesuai dengan agama. .

Baca Juga: Program Literatur Masuk Kurikulum Dikritik, Kemendikbud Cabut dan Revisi Manualnya

“Jadi sebagian besar hal-hal penting yang dibicarakan itu terkait dengan SMA. Ada baiknya kami meninjau, mengevaluasi, dan berdiskusi kembali dengan kelompok pemantau, khususnya untuk buku pelajaran SMA,” kata Anindito kepada wartawan di Jakarta. , pada Jumat (31/5/2024).

Dikatakannya, pemilihan buku pelajaran sastra SMA ini melalui proses yang sangat panjang oleh tim pemantau. Ia yakin bahwa kelompok pemantau memiliki seperangkat standar yang dikembangkan dan digunakan untuk menyediakan literatur semacam itu.

“Hal-hal sederhana seperti itu sebaiknya dibaca sebagai bagian dari karya secara umum dan dijadikan rekomendasi klasifikasi umur. Kami merevisi daftar buku sastra khususnya untuk siswa SMA, dan mendiskusikannya kembali dengan kelompok kerja. Komunitas”.

Baca juga: Muhammadiyah Minta Kemendikbud Tarik Buku Pelajaran, Kenapa?

Terakhir, beliau kembali menegaskan tujuan utama dari program ini. Tujuan dari program ini adalah untuk mengenalkan anak kita pada buku.

“Karya sastra memiliki banyak nilai kemanusiaan. Kemampuan untuk menumbuhkan rasa empati dan mengajarkan anak berpikir kritis jika dimanfaatkan dengan baik dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Menurutnya, jika semakin banyak generasi muda yang gemar membaca buku sastra, maka akan timbul permintaan terhadap buku-buku bagus.

Sebagai penutup, beliau menambahkan: “Menjadikan jaringan lingkungan hidup lebih efisien dan meningkatkan kualitas. Hal ini merupakan salah satu tanggung jawab Pusat Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan”.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Hasil NBA: Kombinasi Trae Young-Dejounte Murray Antar Hawks Kalahkan Rockets
Next post Benarkah Duduk Lama Bisa Sebabkan Batu Ginjal? Ini Penjelasan Dokter