Arkeolog Percaya Monumen Cursus Neolitikum Sebuah Jalan Menuju Akhirat

Read Time:1 Minute, 26 Second

DUBLIN – Sebuah survei terhadap lanskap Baltinglass di Irlandia telah mengungkap monumen Neolitik Crassus pertama yang langka dan misterius di negara itu.

Monumen kasar adalah parit panjang dan sempit yang digali ke dalam tanah dan biasanya ditemukan di dekat monumen besar lainnya, seperti Stonehenge.

Sebelum penemuan ini, hanya sekitar 20 bunga krisan yang ditemukan di Irlandia dan selalu ditemukan sendiri-sendiri atau berpasangan. Namun, survei terbaru ini menemukan lima salib, yang mungkin memberi para ahli wawasan baru mengenai tujuan penggunaan monumen tersebut.

Nama “Crussus” berasal dari spekulasi awal bahwa depresi tersebut mungkin merupakan “jalur” yang ditinggalkan oleh kereta Romawi. Namun, semakin banyak chrysos yang ditemukan selama berabad-abad, dan karena biasanya terletak di dekat monumen besar lainnya, alasan pembangunannya menjadi misterius.

Sebagian besar lapangan digali antara tahun 4000 dan 2400 SM Mereka digali ke dalam tanah dengan sedikit fitur internal, dan banyak tiang kayu ditambahkan segera atau beberapa saat kemudian.

Seperti dilansir IFL Science, Senin (29/4/2024), hal ini membuat para arkeolog kesulitan memahami tujuannya.

James O’Driscoll, seorang arkeolog di Universitas Aberdeen di Inggris, mensurvei area Balting Glass menggunakan LIDAR, sebuah perangkat yang memantulkan gelombang laser dari lanskap untuk mengungkap bentuk dan pola yang tersembunyi di bawah vegetasi dan tanah.

Survei tersebut mengungkapkan lima bangunan yang tampaknya merupakan monumen Crocus, yang pertama kali ditemukan di kawasan tersebut – meskipun kawasan tersebut terkenal dengan kepentingan arkeologisnya. Krisan terpanjang yang diketahui memiliki panjang 427 meter (1.401 kaki).

Penemuan baru ini mewakili kemajuan besar dalam pemahaman kita tentang kurikulum Neolitikum. Lima jalur yang terdapat di Baltinglass menawarkan kesempatan unik untuk mempelajari lebih lanjut tentang monumen ini dan orang-orang yang membangunnya.

Para arkeolog berharap penelitian lebih lanjut dapat membantu mereka mengungkap misteri Crassus dan peran mereka dalam masyarakat Neolitikum.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Menjajal BYD Atto 3 Jakarta-Bandung, Begini Rasanya
Next post Universitas di Tangerang Hadirkan Pendidikan Arsitektur Berbasis Teknologi