Apa Saja Menu Takjil Buka Puasa Ramadhan di Masjidil Haram?

Read Time:3 Minute, 18 Second

petdir.us, Jakarta – Banyak umat Islam yang menunaikan ibadah umrah di bulan Ramadhan. Bulan suci yang penuh keutamaan ini tentu terasa lebih istimewa jika Anda menjadi “tamu Allah”.

Seperti halnya masjid di belahan dunia lain, Arab Saudi juga membagikan makanan untuk berbuka puasa dan sahur. Secara khusus, jamaah biasanya menantikan berbuka puasa di dua masjid utama, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Jamaah dan rombongan harus tiba di kedua masjid ini satu jam sebelum salat magrib. Asaikari, begitu petugas yang bertugas disapa, biasanya menutup pintu gereja karena sudah penuh. Ibadah puasa dilaksanakan tidak hanya di dalam masjid, namun juga di halaman depan masjid.

Penasaran dengan menu Takjeel yang disajikan untuk jamaah di Masjidil Haram? Melansir laman Himpunan Penyelenggara Umrah & Haji (Himpuh), Kamis (14/3/3024), menu buka puasa di Masjidil Haram biasanya dibagikan dalam bentuk kantong plastik berisi makanan ringan, yaitu: 1. Sepotong roti

Roti ini bisa dicelupkan ke dalam dadih. 2. yogurt

Merupakan bahan utama paket buka puasa karena Anda bisa menyantap dan menikmati berbagai rasa dengan yogurt. Kemasannya juga bisa dijadikan piring. 3. Ibu

Mamool, biskuit manis berisi selai kurma, merupakan camilan gandum utuh yang pasti akan membuat Anda kenyang. 4. Jus apel

Meski ukurannya kecil, namun sebotol kecil jus apel sudah cukup untuk menghilangkan dahaga saat berbuka puasa, karena rasanya yang sangat manis dan asam.

Buah ini menambah rasa manis pada dadih dan menyeimbangkan rasa asam pada dukha. Kurma biasanya dikemas dalam kantong vakum kecil seberat 50 gram dan dikemas tanpa biji. 6. Penderitaan

Ini adalah cairan agak kental yang memberi rasa dan warna pada yogurt. 7. Air mineral

Selain minuman asam manis, jemaah juga dibekali air mineral. 8. Tisu basah

Tisu basah disediakan untuk membersihkan tangan setelah berbuka puasa.

Menu buka puasa gratis di masjid masih dibicarakan namun mengharukan Di Jakarta, pengelola Masjid Istiqlal membagikan ribuan kotak Takjeel gratis selama Ramadhan, saluran Islam petdir.us melaporkan pada 12 Maret. pada tahun 2024

Untuk buka puasa bersama, tahun lalu kami menyiapkan tiga ribu boks setiap Senin hingga Kamis, tahun ini kami tingkatkan menjadi empat ribu boks, kata Ketua Pengurus Masjid Istiqlal kepada Harian. . (BPMI) kepada Ismail Chawidu dari Jakarta, Senin 11 Maret 2024.

Disebutkan juga, jumlah Takjeel gratis yang diberikan setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu bertambah menjadi enam ribu kotak per hari. Dan jumlah itu meningkat dibandingkan tahun lalu, yakni empat ribu kotak takjeel setiap akhir pekan.

Ismail, dilansir dari Antara, mengatakan ada 11 katering yang membantu penyediaan Takjil gratis di Masjid Istiqlal.  “Kami tidak mendirikan dapur umum,” katanya.

Lanjutnya, “Dalam proses ini kami dibantu oleh 11 katering, karena kalau empat sampai enam ribu dus kami sajikan, tidak mungkin satu katering. Kami juga pastikan makanannya tidak diam, karena harus dimakan di jam 4 sore.

Ismail meminta masyarakat yang ingin berkunjung ke Masjid Istiqlal saat bulan Ramadhan agar datang lebih awal. Hal ini untuk mengantisipasi persaingan tempat mengingat banyaknya pengunjung masjid selama bulan suci.

Ismail juga meminta para orang tua untuk mendampingi anaknya selama berada di sekitar Masjid Istiqlal. Bagi yang datang ke masjid diimbau berpakaian bersih dan sopan, tidak berlebihan.

Berbuka puasa merupakan ritual penting bagi umat Islam yang berpuasa. Salah satu anjurannya adalah mempercepat waktu berbuka puasa. Dari hadis Sahl bin Sa’d Radiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Manusia selalu berada dalam kebaikan selama ia menyegerakan puasanya.” (H.R. Bukhari No. 1957, Muslim No. 109).

Di sini timbul pertanyaan apakah doa buka puasa itu dibaca sebelum atau sesudah minum. Channel Islami petdir.us diluncurkan di situs online NU pada 12 Maret 2024. Doa yang paling benar adalah membacanya segera setelah berbuka puasa.

Hal ini dijelaskan dalam buku lucu karya Eanat Talibin. “(Mempelajari shalat buka puasa) maksudnya menyelesaikan puasa, bukan (belajar) saat dan sebelum berbuka.” (Syekh Abu Bakar Muhammad Syata, Hasiya Iana Talibin, Jus 2, hal. 279)

Membaca doa sebelum berbuka disebut sunnah. Dalam kitab Buzaira al-Karim, “Disunnahkan ketika orang ingin berbuka puasa, namun yang lebih penting sunahnya adalah membaca doa ‘Allahumma Laka Shumtu wa ‘Ala Riskika Aftartu’ setelah berbuka puasa.” (Syekh Zayd bin Muhammad Bali, Buzaira al-Kareem, hal. 598) 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Temukan dan Hancurkan Batu Empedu dengan Tindakan Medis Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography
Next post Hino Janjikan Uji KIR di Fasilitasnya tidak akan Lebih dari Satu Jam