Ahli Gizi: Efek Buruk Junk Food Bersifat Jangka Panjang

Read Time:1 Minute, 21 Second

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair) Siti Rahayu Nadhiroh menjelaskan masalah serius yang berpotensi dihadapi tubuh jika terlalu sering mengonsumsi junk food. Dijelaskannya, junk food merupakan makanan yang tinggi kalori, lemak, gula, dan garam.

“Junk food rendah nutrisi seperti vitamin dan mineral, namun tinggi energi, garam, gula atau lemak. Mengapa ini disebut makanan cepat saji? Karena makanan ini tidak berperan dalam pola makan sehat,” kata Nadhirokh, Senin 19 Februari 2024.

Nadhirokh menjelaskan, dampak serius dari konsumsi junk food yang berlebihan bersifat jangka panjang. Penelitian dan penelitian telah membuktikan dampak negatif jangka panjang dari kebiasaan junk food. “Efeknya mungkin tidak langsung terasa. Namun, banyak penelitian yang membuktikan dampak negatif dari kebiasaan makan junk food,” ujarnya.

Lalu apa dampak serius dari terlalu banyak makan junk food? Dampak jangka pendeknya, menurut Nadhiroh, tubuh sering merasa lelah, kembung, dan sulit berkonsentrasi. Sementara itu, paparan jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular, hipertensi, dan stroke.

Terlalu banyak lemak jenuh pada junk food dapat meningkatkan produksi kolesterol jahat dalam tubuh. Meningkatkan risiko penyakit jantung, ujarnya. Nadhirokh juga menyoroti konsumsi makanan tidak sehat yang dapat mengganggu otak, menurunkan konsentrasi, dan kerusakan Penyimpanan.

Kurangnya serat pada junk food membuat rasa kenyang tidak bertahan lama. Hal ini mengakibatkan berkurangnya energi dan meningkatnya rasa lapar. Nagiroh mencatat, untuk mengurangi dampak negatif konsumsi junk food, perlu dilakukan pembatasan penjualan dan iklan junk food, promosi pola makan sehat berdasarkan pola makan seimbang, dan melakukan lebih banyak penelitian tentang perubahan perilaku.

Menurutnya, pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan solusi yang dapat mengurangi prevalensi konsumsi junk food. “Khususnya di kalangan generasi muda dan pelajar,” ujarnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Sisa Planet Theia Ditemukan di Bumi, Bukti Tabrakan yang Membentuk Bulan
Next post Ini Alasan Dilarang Keras Nyetir Saat Mabuk, Bisa Hilangkan Nyawa